Showing posts with label Gizi. Show all posts
Showing posts with label Gizi. Show all posts

Mengajarkan Anak Disiplin dengan Sistem Bonus



Menghukum anak saat melakukan kesalahan dengan memberi "time out" seperti yang diajarkan Nanny 911 tak sepenuhnya berhasil dan mendidik. Namun Anda bisa menerapkan sistem bonus untuk membuat anak balita untuk ikut aturan di rumah seperti jam tidur, waktu makan, atau menaati tatakrama.

Cara ini berhasil diterapkan oleh Sarah Sechan, pemain film dan MC, kepada anaknya, Rajata (5), sejak usia 3 tahun.

Pada usia 3 tahun anak sudah mulai mengerti berkomunikasi dengan orang dewasa, namun masih perlu bantuan visual. Memberikan bonus saat anak berbuat baik atau mengikuti aturan di rumah, akan menumbuhkan tanggung jawab kepada anak.

Sarah mencontohkan, berikan satu bintang jika anak mau merapikan mainannya sendiri. Berikan lagi satu bintang jika anak melahap habis makan siangnya. Pada akhir minggu, hitung jumlah bintang dan berikan hadiah sederhana, seperti cokelat (yang tidak mudah didapatnya setiap hari), atas perilaku baik anak selama seminggu penuh.

"Anak belajar berdisplin dengan cara menyenangkan dan positif, dibandingkan dengan memberikan hukuman apalagi dengan memukul saat anak tak mau makan misalnya," papar Sarah, usai menghadiri konperensi pers "100% Nutrisi untuk Buah Hati" yang diadakan MeadJohnson di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Mantan VJ MTV ini mengaku Rajata tumbuh menjadi anak yang berempati tinggi di sekolahnya. Sebagai ibu, Sarah ingin menumbuhkan bahwa segala sesuatu bisa didapatkan seseorang dengan melakukan sesuatu. Misalnya, kesenangan (hanya dengan mendapat lolipop misalkan) hanya bisa didapat dengan berusaha lebih dahulu.

Menjelang usia 5 tahun, normalnya anak sudah mulai mengerti bahasa verbal dan tak perlu lagi menerapkan sistem bonus. Karenanya, lanjut Sarah, sistem bonus bisa dihentikan saat anak berusia 5 tahun. "Rajata sudah mengerti dan bisa memahami lewat komunikasi langsung," katanya.

Mau coba cara Sarah? Pastikan Anda sebagai orangtua bisa berdisiplin dengan tidak memberi jajanan enak yang disukai anak-anak setiap hari. Jika setiap minggu Anda memberikan bonus jajanan yang sama, upaya ini tak akan berhasil.

Membuat Si Kecil Mudah Tidur



Membuat bayi cepat tidur di malam hari memang amat sulit. Perlu perjuangan ekstra agar ia bisa nyenyak tidur. Apalagi setiap bayi punya kebiasaan tidur yang berbeda. Tidak ada cara khusus untuk membuat mereka tertidur pulas.

Ada banyak sebab yang membuat anak bisa tidur. Mengetahui jam tidurnya yang rutin dan membuat nyaman lingkungan tidurnya bisa membantu Anda mengatasi masalah bayi sulit tidur.

1. Jam tidur
Bayi umumnya akan terbangun kapan pun tanpa memberikan tanda pada orangtuanya. Membuat jadwal tidur atau jam-jam rutin untuk tidur bagi bayi bisa membuat mereka tidur teratur. Namun jam tidur bayi yang satu dan yang lain tidak sama. Buatlah jam-jam tidur rutin dengan meninabobokannya di buaian pada waktu yang sama setiap harinya. Mereka akan terbiasa tidur pada jam yang Anda tentukan. Dan Anda akan tahu jam berapa ia akan bangun untuk minum atau makan.

2. Suara atau bunyi-bunyian
Setiap rumah pasti punya suara atau bunyi-bunyi tertentu, entah bunyi televisi atau bunyi kegiatan lainnya. Mungkin Anda tidak terpengaruh dengan bunyi-bunyi ini. Tetapi pendengaran bayi amat sensitif. Mereka bisa mudah terbangun oleh bunyi-bunyian itu. Sedangkan suara seperti AC, kipas angin, dan suara yang tergolong halus, mungkin tidak akan berpengaruh bayi mereka.

3. Cahaya
Menggunakan cahaya sebagai simbol atau pertanda mereka untuk tidur? Boleh saja. Jika ini rutin Anda lakukan, ia akan tahu, saat lampu dimatikan artinya ia harus tidur. Anda juga bisa mengurangi cahaya lampu (meredupkan).

4. Suhu
Perhatikan suhu ruangan atau suhu tempat ia tidur. Pakaian yang ia gunakan juga akan berpengaruh terhadap suhu tubuhnya. Misalnya, jika pakaiannya memang tipis maka gunakan selimut hangat. Udara yang terlalu dingin atau terlalu panas bisa berpengaruh pada pola tidur bayi.

5. Ayunan
Banyak bayi yang lebih mudah tertidur di ayunan, seperti di tempat tidur yang bisa diayun. Ayunan akan membuat mereka merasa nyaman dan terlindungi. Kenapa? Karena mereka seperti berada di dalam perut ibu (berayun-ayun dalam amnion).

6. Kursi goyang
Bayi dalam gendongan Anda di kursi goyang akan mudah tertidur. Tidurkan ia sambil menggendongnya di kursi goyang. Selain ia merasa lebih nyaman karena berada di dekapan ibunya, kursi goyang juga akan membantu mereka cepat tidur. Dan pulas.

7. Selimut yang hangat
Anda menidurkannya dalam dekapan Anda yang hangat, tetapi kemudian Anda memindahkannya ke tempat tidur yang dingin. Tentu saja ia akan kaget, dan terbangun. Gunakan selimut yang hangat, atau hangatkan lebih dahulu selimutnya. Sehingga saat ia diletakkan di tempat tidur, tempat tidur sudah menjadi hangat.

8. Lingkungan yang nyaman
Orangtua mungkin menjadi tidak sabar saat si kecil tidak segera tertidur. Yang harus Anda lakukan adalah menenangkan dan menyanyikannya lagu-lagu tidur. Beri juga usapan-usapan lembut untuknya.

9. Tidur bersama bayi
Percaya atau tidak, jika Anda meletakkan bayi di dekat Anda maka ia akan tertidur bersama Anda. Saat itu ia merasa nyaman karena ada yang menjaga dan melindunginya. Ketika ia terbangun, dan melihat Anda ada di sampingnya, tentu ia tak akan rewel. Anda juga tidak perlu bangun dari tempat tidur untuk menidurkannya kembali.

10. Tak perlu diangkat
Ketika mendengar bayi menangis, mungkin Anda akan terburu-buru mengangkatnya dari buaian. Dr Richard Ferber, penulis buku Solve your Child's Sleep Problem, membuat konsep tentang pelatihan tidur untuk bayi. Anda hanya perlu menenangkannya, tanpa harus mengangkatnya dari buaian tidurnya.

Melatih Si Kecil ke Kamar Mandi



Ketika si kecil sudah berusia antara 18 - 36 bulan, itulah saat Anda mulai melatihnya melakukan potty training (melatih si kecil buang air kecil atau besar di kamar mandi). Latihan ini memang tidak mudah, karena mereka sudah terbiasa untuk buang air kecil atau air besar dalam diaper atau popok. Ketika popok tak lagi dikenakan, mereka juga "lupa" menyampaikan kapan mereka ingin buang air kecil atau buang air besar.

Salah satu kesulitan mereka memberi aba-aba pada orangtuanya mungkin karena mereka tidak paham tanda-tandanya, atau tidak bisa merasakan kapan ingin buang kecil. Anda lah yang harus memperhatikan kebiasaan atau tanda-tanda mereka ingin buang air kecil.

Untuk mulai berlatih, siapkan satu hari khusus untuk mengenali kapan mereka akan buang air kecil atau buang air besar. Nah, saat tanda-tanda itu sudah terlihat, bawa segera ia ke kamar mandi untuk membiasakan diri. Bila mungkin, coba atur waktu saat mereka buang air besar. Buat mereka mengerti bahwa sudah saatnya mereka menggunakan toilet layaknya anggota keluarga yang lain.

Memang butuh waktu untuk membiasakannya. Bukan tak mungkin mereka menangis dan merasa tertekan. Anda tidak perlu memaksakan bila mereka belum siap. Ajak saja mereka untuk membiasakan diri duduk di toilet sehari dua kali, entah mereka ingin buang air atau tidak.

Berikut trik potty training dari ParentsConnect.com:

1. Buat agenda atau aturan waktu. Cari tahu kebiasaan dan kapan ia biasanya buang air besar. Misalnya sehabis makan atau setelah bangun tidur.

2. Rutinitas. Jadikan kegiatan itu sebagai rutinitas. Mungkin awalnya mereka tidak langsung bisa. Namun setelah biasa duduk dalam kursi toilet maka akan ada proses atau dorongan untuk buang air besar. Terlebih jika mereka belum buang air saat Anda mengajak ke toilet.

3. Cari kegiatan. Buang air besar butuh waktu. Jadi selagi menunggu, buat ia merasa nyaman di kamar mandi. Misalnya dengan membawa buku mewarnai, buku cerita, atau aktivitas lain yang bisa dilakukan sambil duduk di toilet.

4. Tenang. Tak perlu terburu-buru atau memaksakan anak untuk buang air kecil atau buang air besar. Anda bisa membantunya dengan, misalnya, mengelus punggungnya agar ia tidak merasa sendirian.

5. Tunda. Jika si kecil menjadi rewel dan tidak tenang, ajak ia keluar kamar mandi dan mencoba lagi beberapa jam kemudian.

6. Beri contoh. Kalau ia kembali buang air kecil atau air besar di dalam popok, ajak ia ke kamar mandi, lalu ajari ia dengan perkataan ''Lihat, dek, kotoran harus dibuang lewat toilet ini''. Ajarkan pula ia menekan tombol flush untuk menggelontor kotoran ke dalam lubang toilet.

7. Lakukan setahap demi setahap dan beri hadiah. Temani saat ia sedang "beraktivitas" di toilet, sampai ia bisa ditinggal sendiri. Setelah itu biarkan ia melakukan sendiri. Sesudahnya, tanyakan apakah ia buang air besar? Jika ia berhasil buang air besar, beri dia hadiah. Misalnya buku cerita baru.

Melahirkan Lebih Mudah dengan Cara Jongkok



Anda pasti akan menggelengkan kepala saat melihat cara suku pedalaman atau mereka yang jauh dari peradaban melahirkan bayi mereka.

Rata-rata mereka menggunakan cara yang ekstrem untuk melahirkan. Ada yang berdiri, duduk, atau bahkan jongkok. Namun Anda percaya tidak, cara yang mereka lakukan ini ternyata justru mempermudah cara melahirkan.

''Awalnya saya juga merasa bingung saat melihat proses melahirkan seperti itu. Si ibu berdiri dan berpegangan pada sebuah tiang. Tapi setelah saya mengambil pendidikan lagi, ternyata cara mereka ini baik,'' ujar dr Judi Januadi Endjun, SpOG, ahli obstetri dan ginekologi dari RSPAD, dalam talkshow dan senam yophyta yang digelar oleh Anmum Materna di Balai Sudirman, Jakarta, Sabtu (20/2/2010).

Judi mengatakan bahwa cara melahirkan yang paling baik adalah dengan berdiri, jongkok, menungging, atau miring. Cara ini membuat bayi mudah lahir karena mengikuti gaya gravitasi bumi. Ia juga mengatakan, cara yang masih terbilang ekstrem di dalam negeri itu akan mencegah bahaya kematian bayi. Sedangkan melahirkan dengan tidur terlentang justru akan memperlambat proses melahirkan.

''Posisi terlentang akan membuat bayi harus menanjak menuju ke jalan keluar rahim. Jalur rahim menjadi bergelombang,'' ujar Judi pada Kompas Female.

Cara terlentang akan menimbulkan perobekan yang besar pada lubang vagina, yang menyebabkan rahim menekan pembuluh dalam yang menuju jantung pada bayi. Akibatnya, bayi bisa kekurangan oksigen. Tak jarang bayi yang dilahirkan tidak menangis, atau meninggal akibat kekurangan oksigen.

Judi juga menyarankan agar ibu hamil kerap melakukan pekerjaan yang bisa merangsang kerja otot panggul seperti berjalan dan olahraga, agar kelahiran bayi jadi lebih mudah. Sebab sebenarnya, untuk melahirkan kerja ibu untuk mengejan hanya 10 persen dari keseluruhan proses kelahiran. Sedangkan sekitar 90 persennya adalah kerja dari otot panggul yang secara langsung akan mendorong bayi keluar dari rahim saat pembukaan jalur lahir sudah cukup.

Medical Check Up untuk Perempuan



Kesadaran perempuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin masih rendah. Padahal berapa pun usia Anda, cek kesehatan penting bagi setiap orang, tak terkecuali perempuan. Deteksi dini penting, misalnya pada pemeriksaan pap smear, bisa mengawali deteksi apakah Anda terkena kanker serviks.

Bila Anda berniat untuk melakukan medical check up, berikut jenis pemeriksaan kesehatan yang sebaiknya Anda mulai sejak dini:

1. Audiogram
Jangan abaikan kondisi pendengaran jika Anda sudah mulai menemukan gejalanya. Contohnya, kesulitan mendengar saat berbincang dengan lawan bicara, atau ketika ada suara berdengung di telinga, atau ketika ada riwayat penyakit serupa di keluarga. Gejala ini bisa mengarah pada otosclerosis atau kelainan genetik yang mendorong pertumbuhan abnormal pada tulang telinga. Kelainan ini lazim ditemukan pada perempuan dan seringkali muncul ketika masa kehamilan atau juga pada usia 15 dan 30 tahun.

Setelah melakukan cek audiogram dan hasilnya normal, periksakan kembali dua atau lima tahun berikutnya. Sebaliknya, jika hasil pemeriksaan menunjukkan Anda menderita masalah pendengaran yang parah, Anda membutuhkan alat bantu pendengaran.

2. Mineral tulang
Pemeriksaaan mineral tulang adalah untuk mendeteksi risiko osteoporosis. Penelitian The National Osteoporosis Foundation di Amerika menunjukkan dari sekitar 10 juta orang dewasa, 80 persennya adalah perempuan yang memiliki tulang rapuh. Bagi perempuan usia 65 tahun ke atas sebaiknya mulai periksa X-ray dengan DXA (dual-energy X-ray).

Periksakan kembali setiap lima tahun. Perempuan lebih rentan kehilangan 30 persen kepadatan tulangnya dalam kurun waktu lima atau tujuh tahun selama menopause. Tandanya untuk segera memeriksakan diri di antaranya, saat masa menopause berat Anda turun, pernah merokok, dan keluarga punya riwayat penyakit osteoporosis.

3. Mamogram
Pemeriksaan klinis area payudara ini bisa mendeteksi kanker payudara. Sejak usia 20 tahun, perempuan semestinya rutin memeriksakan payudara sebagai bagian dari regular check up. Saat usia 40 tahun, pemeriksaan mamogram atau pemeriksaan X-Ray untuk payudara sifatnya wajib. Lakukan pemeriksaan rutin setahun sekali setiap habis masa menstruasi. Setelah haid, kondisi payudara lebih peka. Selain itu, ketika di-pres di mesin mamografi, payudara tak akan terlalu sakit (jika dibandingkan bila Anda melakukan mamografi sebelum haid). Apakah Anda membutuhkan pemeriksaan ultrasound atau biopsi, semua bergantung pada kondisi payudara Anda, abnormal atau tidak.

4. Kolonoskopi
Medistra.com menuliskan, berdasarkan data statistik, orang dewasa usia 40 tahun ke atas terancam menderita kanker usus besar. Fokusnya pada orang yang hidup dengan pola makan kurang sehat.

Tindakan kolonoskopi dapat mendeteksi bahaya serangan kanker usus besar secara dini. Dengan menggunakan alat colonoscope, seorang dokter ahli dapat memeriksa seluruh dinding usus besar dengan teliti untuk mendeteksi adanya tumor ataupun polip. Bila dibiarkan, dengan berjalannya waktu tumor jinak bisa berubah menjadi tumor ganas (kanker).

Di negara-negara maju pemeriksaan kolonoskopi ini sangat dianjurkan sebagai bagian dari uji kesehatan untuk yang berusia di atas 40 tahun. Lakukan setiap 3-5 tahun sekali.

5. Mata
Pemeriksaan pada mata bisa mendeteksi dini masalah seputar penglihatan hingga katarak dan glaukoma. Glaukoma adalah kerusakan penglihatan yang biasanya disebabkan oleh meningkatnya tekanan bola mata (klinikmatanusantara.com). Jika kondisi mata masih bagus, Anda tetap butuh memeriksakan kondisi secara umum saja mulai usia 40 tahun.

Periksakan rutin setiap dua tahun hingga usia 65 tahun. Mulai usia 65 tahun, pemeriksaan mata perlu dilakukan rutin setahun sekali. Pengguna lensa kontak harus rutin memeriksakan diri ke dokter setahun sekali. Untuk penderita glaukoma, terapi dengan laser dan bahkan operasi menjadi tindakan lebih lanjut.

6. Mulut dan gigi
Pemeriksaan mulut dan gigi bisa mencegah kanker mulut. Pemeriksaan gigi minimal dilakukan dua kali dalam setahun. Pada masa kehamilan atau perempuan yang ber-KB, akan rawan terjadi radang gusi. Perempuan perokok dan peminum berat memiliki risiko dua kali lebih besar untuk menderita penyakit gusi dan kanker mulut. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan Anda menderita radang gusi, pembersihan rutin setahun dua kali bisa menjadi tindakannya. Namun jika ditemukan gejala abnormal, dokter gigi bisa mengambil tindakan biopsi.

7. Jantung
Anda perlu tahu bahwa tubuh aman dari risiko penyakit jantung, penyebab pertama kematian pada perempuan. Sekitar 64 persen perempuan yang meninggal karena serangan jantung tidak mempunyai gejala awal. Karenanya, mulai periksakan kesehatan jantung sejak usia 20 tahun, terutama orang dari keluarga yang punya riwayat hipertensi, kelebihan berat badan, dan perokok berat.

8. Kolesterol
Untuk mengetahui risiko penyakit jantung, periksakan kadar kolesterol sejak dini. Mulailah pemeriksaan dini sejak usia 20 tahun, apalagi jika ada anggota keluarga yang penderita kolesterol. Jika kondisi kesehatan jantung normal, periksa setiap lima tahun hingga usia 45 tahun. Lewat usia 45, periksakan rutin setiap tahun, apalagi jika kadar kolesterol tinggi.

9. Kulit
Deteksi kanker kulit bisa dilakukan dengan pemeriksaan rutin. Pada usia 30 tahun, terutama bagi yang sering terkena sinar matahari, Anda sudah harus memulai memeriksakan kesehatan kulit rutin setiap tahun. Ulangi setiap dua kali dalam setahun jika ternyata Anda menderita risiko tinggi.

10. Pap smear
Pemeriksaan pap smear penting untuk mendeteksi risiko kanker serviks. Berapa pun usia Anda, jika Anda aktif secara seksual segera periksakan pap smear. Klinik terdekat bahkan puskesmas atau bidan sudah menyediakan layanan ini. Pemeriksaan lebih canggih yang dikenal dengan thin prep pun sudah tersedia. Hasil yang lebih akurat bisa didapatkan dari cara canggih ini. Anda bisa mengantisipasi terjadinya kanker serviks yang menjadi momok menakutkan bagi banyak perempuan.

Masalah Jerawat Selama Kehamilan



Kehamilan merupakan masa terjadi banyak perubahan hormonal dalam tubuh. Meski kehamilan membawa banyak keceriaan dan kebahagiaan untuk keluarga, namun perubahan hormon bisa menimbulkan masalah tersendiri, khususnya pada kulit. Jerawat, masalah pigmen, kulit kering dan gatal, varises, kuku rapuh, rambut rontok, dan lainnya. Rasa nyaman terhadap diri sendiri penting untuk ibu hamil, dan ini juga berarti tampil cantik senantiasa. Sayangnya, ibu hamil tak sebebas kala ia sedang tak hamil. Ibu hamil harus tahu obat atau zat kimia apa saja yang boleh dan yang tidak ia gunakan.

Jerawat adalah salah satu masalah umum yang melanda ibu hamil. Umumnya, untuk mengatasi masalah jerawat, akan digunakan obat-obatan topikal (dioleskan pada kulit). Namun, ibu hamil harus mewaspadai obat-obatan yang akan ia gunakan. Hindari produk kulit yang mengandung salicylic acid, benzoyl peroxide, atau yang mengandung retinoid. Jika memungkinkan, hindari segala obat-obatan yang mengandung zat kimia buatan. Jika memang harus digunakan, konsultasikan dulu kepada dokter kandungan Anda mengenai zat apa yang aman digunakan. Cara alami menghindari masalah jerawat adalah dengan membersihkan wajah secara teratur. Pasalnya, wajah ibu hamil akan lebih berminyak ketimbang bagian tubuh lain, ketika ada pori-pori yang tersumbat, maka jerawat pun timbul. Gunakan sabun yang lembut, pelembap bebas minyak, dan tabir surya alami. Konsumsi makanan dan minuman yang sehat. Perbanyak air putih. Jika segala cara belum berhasil, hadapilah dengan lapang dada. Karena bagaimana pun, yang terpenting bayi dan Anda dalam keadaan sehat, lagipula masalah jerawat ini sifatnya sementara.

Makanan yang Dibutuhkan Ibu Usai Melahirkan



Setiap ibu yang baru melahirkan pasti mendamba agar tubuhnya bisa kembali ke bentuk semula. Ada yang bahkan sampai menempuh jalan diet mati-matian. Padahal, seusai melahirkan, tubuh pun perlu asupan yang tepat agar bisa tetap berenergi untuk melakukan aktivitas sehari-hari, sekaligus tetap menjaga nutrisi yang dihasilkan ASI. Berikut adalah makanan-makanan yang sebaiknya dikonsumsi oleh para ibu baru.

1. Ikan Salmon
Salmon mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan ibu baru. Salah satu keunggulannya adalah kandungan asam lemak esensialnya, yang dikenal dengan nama DHA. DHA penting untuk perkembangan sistem saraf bayi Anda. Semua ASI mengandung DHA, namun tingkatan dari nutrisi esensial ini akan lebih tinggi kadarnya pada wanita yang mendapatkan asupan DHA dari makanan mereka sendiri. DHA pada salmon juga bisa membantu mengatur mood, bahkan diperkirakan bisa mencegah depresi pasca melahirkan. Namun, perhatikan jumlahnya pula, karena terlalu banyak konsumsi ikan bisa berbahaya karena adanya kandungan merkuri. Jumlah yang disarankan adalah sekitar 12 ons per minggu.

2. Produk Susu Rendah Lemak
Yogurt, susu, ataupun keju penting untuk para ibu yang menyusui anaknya. Produk-produk susu memberikan protein, vitamin B, dan vitamin D, plus kalsium. ASI penuh akan kalsium untuk membantu perkembangan tulang si bayi. Jadi, sangat penting untuk Anda mengasup kalsium yang cukup untuk memenuhi kebutuhan Anda sendiri. Salah satu untuk melakukan hal ini adalah dengan menambahkan setidaknya 3 porsi produk susu setiap harinya.

3. Daging-dagingan
Makanan tinggi kandungan zat besi akan mendorong energi para ibu baru. Kekurangan zat besi bisa menguras level energi, padahal Anda harus memenuhi kebutuhan bayi yang beragam. Selain itu, saat menyusui, Anda butuh protein dan vitamin B-12 ekstra. Daging adalah penyedia yang tepat.

4. Beras Merah
Jika Anda sedang berusaha menghilangkan sisa berat pada tubuh usai melahirkan, Anda mungkin tergoda untuk mengurangi karbohidrat secara drastis. Namun mengurangi berat badan terlalu cepat bisa menyebabkan produksi ASI Anda berkurang dan membuat Anda merasa kelelahan. Akan lebih baik jika Anda tetap memenuhi kebutuhan tubuh akan karbohidrat dengan tetap mengkonsumsi karbohidrat dari beras merah untuk tetap menjaga energi. Beras merah juga akan memberikan kalori yang dibuthukan tubuh untuk memproduksi ASI.

5. Jeruk
Buah jeruk merupakan makanan yang baik untuk menambah energi para ibu baru. Ibu menyusui butuh vitamin C lebih banyak ketimbang saat ia sedang mengandung. Jika tak bisa mendapatkan buah aslinya, jus jeruk juga bisa membantu.

6. Telur
Kuning telur adalah makanan alami penyedia vitamin D. Vitamin D dibutuhkan untuk menjaga tulang tetap kuat dan membantu tulang bayi tumbuh. Selain itu, telur juga sumber yang baik untuk memenuhi kebutuhan protein tubuh. Telur bisa dihidangkan dengan cara diacak, 2 telur rebus di siang hari, atau omelet di malam hari. Akan lebih baik jika telur yang Anda konsumsi sudah diperkaya dengan DHA untuk menambah lemak esensial dalam asupan Anda.

7. Sayuran Berdaun Hijau
Bayam, brokoli, dan sayuran berdaun hijau lainnya memiliki manfaat yang banyak dan beragam. Penuh akan vitamin A yang dibutuhkan bayi, sumber kalsium non susu, mengandung vitamin C, zat besi, dan kaya antioksidan.

8. Sereal Gandum
Untuk membantu menambah energi di pagi hari usai malam yang melelahkan, sereal gandum adalah hal yang baik untuk memulai hari.

Selain makanan, ibu yang baru usai melahirkan butuh banyak asupan air. Dehidrasi bisa menguras banyak energi yang dibutuhkan ibu. Pastikan Anda memenuhi kebutuhan air dalam jumlah cukup tiap harinya. Hati-hati terhadap minuman berkafein, seperti kopi dan teh, karena bisa ikut memengaruhi kualitas ASI dan membahayakan si bayi.

Kesundulan, Bikin Anak Cemburu


"Saya bunda Faris (16 bulan). Ketika Faris berusia 3 bulan saya mengandung lagi. Anak kedua saat ini berusia 3,5 bulan. Masalahnya, saya khawatir dengan perkembangan psikologis Faris, mengingat usianya yang masih sangat membutuhkan kasih sayang dan perhatian khusus dari saya.

Sangat sering dia menangis, dan sepertinya kesal melihat saya menyusui adiknya. Saya terkadang bingung, saya merasa bersalah karena tidak bisa memberikan kasih sayang penuh kepadanya. Saya takut dia menjadi anak yang murung dan pemarah.

Apakah setiap anak yang mengalami kesundulan seperti Faris memang wajar bersikap seperti itu? Apa yang harus saya lakukan supaya Faris tidak merasa kehilangan kasih sayang dari saya? Apakah keadaan seperti ini bisa mempengaruhi tumbuh kembang dan kejiwaannya?" (Surat dari Wahyu, Surabaya)

Benar sekali, Faris masih membutuhkan kasih sayang dan perhatian yang besar dari orangtuanya. Wajar-wajar saja bila anak jadi sering menangis, kesal, ketika melihat ibunya mengurusi adik. Dia merasa tidak diperhatikan dan belum mengerti bahwa dia harus berbagi perhatian ibu dengan adiknya.

Namun, rasa bersalah Anda perlu diatasi, sebab kalau tidak akan mempengaruhi penanganan yang diberikan kepada Faris. Beberapa akibat dari pengasuhan yang diwarnai rasa bersalah adalah orangtua bersikap tidak tegas, memanjakan, serbamembolehkan. Pada akhirnya anak tidak belajar bahwa dia harus berbagi perhatian, waktu, benda dengan adik/orang lain, atau ia cenderung memanipulasi orangtuanya.

Anda perlu mengusahakan untuk mengurangi rasa cemburu si sulung. Ketika menyusui bayi, ajak dia duduk di sebelah Anda sambil mengajaknya berbicara, berkomentar tentang dirinya atau adiknya, minta dia mengelus lengan adik, ciumlah kepalanya, kemukakan bahwa ibu senang karena dia mau menunggui adik yang sedang disusui. Biasakan melakukan kegiatan bersama si sulung sebelum atau sesudah menyusui adik. Singkat kata, usahakan semaksimal mungkin tetap memperhatikan si sulung sehingga dia tidak merasa tersisih.

Powered by Blogger